Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Setiap hari, manusia membutuhkan air untuk minum, memasak, menjaga kebersihan diri, hingga keperluan sanitasi. Tanpa ketersediaan air bersih yang cukup, aktivitas sehari-hari akan terganggu dan kualitas hidup pun menurun.
Pada dasarnya manusia membutuhkan sekitar 60 liter air bersih per hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Angka ini mencerminkan kebutuhan minimal agar seseorang dapat menjalani hidup secara layak dan sehat.
Kebutuhan tersebut mencakup berbagai aktivitas dasar, mulai dari konsumsi air minum, pengolahan makanan, mandi, mencuci pakaian, hingga penggunaan toilet. Air bersih tidak hanya berfungsi sebagai penunjang aktivitas, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk.
Namun, kenyataannya, akses terhadap air bersih belum merata. Di berbagai wilayah, terutama daerah terpencil, rawan kekeringan, atau terdampak bencana, air bersih masih menjadi barang yang sulit dijangkau. Banyak keluarga terpaksa mengandalkan sumber air yang tidak layak atau jumlah yang sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
Kondisi ini menimbulkan tantangan serius, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Anak-anak berisiko mengalami gangguan kesehatan, sementara orang dewasa harus menghabiskan waktu dan tenaga ekstra hanya untuk mendapatkan air.
Air bersih juga memiliki makna yang lebih luas sebagai simbol kehidupan dan keberlanjutan. Menjaga ketersediaannya berarti menjaga masa depan manusia itu sendiri. Upaya pengelolaan air yang bijak, penggunaan yang efisien, serta kepedulian terhadap sesama yang kesulitan mengakses air bersih menjadi langkah penting yang perlu terus didorong.
Dengan memahami bahwa sekitar 60 liter air bersih per hari adalah kebutuhan dasar setiap manusia, kesadaran kolektif dapat tumbuh untuk lebih menghargai air dan mendukung berbagai upaya penyediaan air bersih bagi mereka yang membutuhkan. Air bukan sekadar sumber daya, melainkan hak dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh setiap insan.


