Kisah Nouriya Saleh, Sang Relawan Imunisasi di Yaman

Sumber : unicef.com
Bagikan

Seorang wanita berusia 32 tahun bernama Nouriya Ali Saleh Al Maeeni seorang relawan kesehatan yang datang dari di Dinas Kesehatan di Kegubernuran Sana’a, ia berasal dari desa Al-Mueen di Distrik Khawlan Al-Hisn, Sana’a, dan berupaya mendidik masyarakat bertahan hidup di kamp pengungsian kumuh di sekitarnya.

 

Nouriya melakukan tugas kerelawanannya dengan berkunjung ke tenda-tenda warga Yaman untuk melihat langsung kondisi masing-masing dari mereka. Nouriya selalu mengedukasi masyarakat agar selalu hidup bersih dan menjaga kesehatan mereka. Ketika mendapati warga yang sedang hamil, Nouriya memberikan edukasi seputar kesehatan kehamilan dan pentingnya nutrisi dan pemberian asi kepada bayinya selama 6 bulan pasca persalinan.

 

Atas kerjasamanya dengan UNICEF, Nouriya dapat berbuat lebih besar dari hanya sekedar memberikan edukasi seputar kesehatan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar pengungsian. Imunisasi, vaksinasi dan perbaikan nutrisi pada anak dan ibu mengandung dapat terwujud, program ini diluncurkan semata-mata untuk memberikan proteksi kepada mereka agar terlindungi dari berbagai macam penyakit seperti polio, kolera dan virus Covid-19.

Sumber : unicef.com

Nouriya wanita yang diselimuti sifat kasih sayang dan jiwa kemanusiaan yang tinggi, rela melakukan perjalanan selama 2 jam dengan berjalan kaki untuk bisa sampai ke kamp-kamp pengungsian anak-anak marjinal. Secara rutin ia memberikan penyuluhan gizi dan suplemen vitamin kepada anak-anak. 

 

 

Baru-baru ini Yaman dihadapkan dengan kenaikan angka penyebaran kasus Covid-19 yang menyebabkan kepanikan, ibu-ibu hamil dirundung kekhawatiran. Nouriya dan beberapa rekan relawan melakukan edukasi seputar pendidikan tentang cara mencegah pandemi Covid-19, pentingnya menjaga jarak, tidak mendekati kotoran hewan, mencuci dan mensterilkan tangan, menghindari berjabat tangan, mengisolasi orang yang diduga terinfeksi, dan mencuci sayuran dengan baik dengan air dan garam.

 

 

Dilansir dari data yang dirilis oleh WHO, ada sekitar 1.700 kasus Covid-19 di Yaman yang terkonfirmasi. Namun WHO memprediksikan data peningkatan kasus lebih dari itu, karena Yaman tidak membuka data real peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi. 

 

 

Mengutip dari VOA Indonesia, perang di Yaman telah menghancurkan ekonomi, memaksa sekitar 10 juta rakyatnya terjungkal di jurang kelaparan, seperti yang dilaporkan PBB. Diprediksi jumlah pasien kurang gizi akan terus bertambah.

 

Bagikan
Saksikan Video Dibawah Ini :
"SEGERA BANTU YAMAN !"
Scroll to Top