Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih banyak lansia yang menjalani hari-harinya dalam kesunyian dan keterbatasan. Mereka adalah orang tua kita, generasi yang dulu membesarkan negeri ini dengan kerja keras, namun kini seringkali terlupakan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah lansia di Indonesia mencapai sekitar 12 persen dari total penduduk. Artinya, lebih dari 33 juta jiwa warga kita kini berusia lanjut. Rasio ketergantungan lansia pun meningkat hingga 17,08 persen, yang berarti setiap 100 orang usia produktif harus menopang 17 lansia. Angka ini menunjukkan betapa besarnya tanggung jawab sosial kita bersama.
Namun, di balik angka-angka itu, ada kisah nyata yang menggetarkan hati. Banyak lansia yang hidup seorang diri, bergantung pada bantuan tetangga, atau hanya mengandalkan sisa tabungan yang makin menipis. Ada yang terpaksa menahan lapar, ada pula yang menukar obat dengan sepiring nasi. Mereka menua dalam perjuangan.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat kebutuhan dasar seperti makanan menjadi sulit terpenuhi. Padahal, bagi lansia, asupan gizi yang cukup sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit. Tanpa pangan yang layak, mereka lebih rentan terhadap malnutrisi dan komplikasi kesehatan lainnya.
Menurut WHO, malnutrisi pada lansia dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, memperlambat pemulihan dari penyakit, dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Jika kebutuhan pangan mereka diabaikan, risiko kematian dini dan kesepian meningkat. Sungguh memilukan mengetahui bahwa di usia senja mereka masih harus berjuang hanya untuk sekadar bertahan hidup.
Melihat kenyataan ini, Insani Indonesia menginisiasi program Sayangi Lansia. Sebuah gerakan kemanusiaan untuk menyalurkan paket sembako berisi bahan makanan pokok seperti beras, minyak, gula, dan kebutuhan dapur lainnya bagi para lansia di pelosok daerah.
Setiap paket sembako yang disalurkan bukan hanya berisi makanan, tetapi juga kasih sayang dan kepedulian. Ini adalah wujud nyata bahwa mereka tidak sendirian. Bantuan sederhana yang mungkin terlihat kecil bagi kita, bisa berarti besar bagi seorang lansia yang setiap harinya berjuang dalam keterbatasan.
Melalui program ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa menghormati dan merawat lansia adalah bagian dari nilai kemanusiaan dan keimanan. Mereka berhak hidup dengan tenang, tanpa rasa lapar dan kekhawatiran akan hari esok.
Mari kita bergandeng tangan untuk membantu mereka. Jadilah bagian dari kebaikan ini dengan berbagi sebagian rezeki yang kita miliki. Setiap donasi yang Anda berikan akan menjadi sumber harapan dan kebahagiaan bagi para lansia yang membutuhkan.
Bersama, kita bisa memastikan bahwa masa tua tidak harus berarti kesepian dan kekurangan. Karena setiap uluran tangan adalah bukti bahwa kasih sayang tidak mengenal usia.


